Hutan Hujan Tropis

 

Hutan Hujan Tropis berada hampir diseluruh Wilayah Indonesia, hutan ini membentang diantara garis lintang 10°LU - 10°LS dan rata-rata suhu berkisar 23° - 31° celsius di daerah tropis dan subtropis. 

Hutan Hujan Tropis ini memiliki sumbangan yang besar dan penting terhadap ekosistem global, karena hutan ini memberikan kandungan oksigen yang sangat melimpah. Selain di Indonesia Hutan Hujan Tropis atau Hutan Basah juga terdapat di belahan bumi lain, seperti di daerah aliran sungai Amazon, Amerika Tengah, Asia Tenggara, Papua Nugini, dan Afrika.

Fakta Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis adalah bioma yang paling banyak memiliki keanekaragaman tumbuhan serta satwa di dalamnya serta memiliki curah hujan yang sangat tinggi pada sepanjang tahunnya. Selain itu, cahaya matahari juga bersinar sepanjang tahun sehingga membuat perkembangan pohon-pohon berkembang secara maksimal dan lebat. Ketinggian pohon yang berada di hutan hujan tropis ini bisa mencapai hingga 50 meter.


Ciri utama hutan hujan tropis adalah memiliki curah hujan yang tinggi, berkisar antara 200 - 225 cm sepanjang tahunnya. Kemudian sinar matahari bersinar di sepanjang tahun, dan perubahan suhu pada bulan satu ke bulan yang lain relatif kecil.

Bioma pada hutan hujan tropis ini dibagi menjadi empat macam, yaitu tajuk puncak, tudung, payung gelap sepanjang hari dan tidak ada perubahan suhu yang signifikan pada malam dan siang hari.

Secara umum hutan hujan tropis ini memiliki manfaat bagi ekosistem global, yaitu menghasilkan oksigen yang sangat luar biasa serta menjadi tempat penyimpanan cadangan air, mencegah erosi, menyuburkan tanah dan menghasilkan bahan mentah produksi untuk industri dan bangunan di dunia. 


Tercatat lebih dari 3000 species tumbuhan dan satwa yang hidup dalam hutan hujan tropis ini, dan jenisnya beda dari yang lain. Biasanya flora atau tumbuhan yang ditemukan pada hutan tropis adalah yang menempel pada tumbuhan lain atau disebut juga sebagai flora epifit, jamur (cendawan), lumut, anggrek, dan rotan. Sementara itu, jenis fauna di hutan hujan tropis, seperti burung, mamalia, monyet, hingga kupu-kupu.

Hutan hujan tropis ini merupakan salah satu paru-paru dunia yang sangat memiliki peran besar bagi kelangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini, bahkan bukan hanya manusia saja, hutan juga memiliki manfaat yang sangat penting bagi semua mahluk hidup di dunia. Salah satu manfaat lain yang dapat dirasakan adalah sebagai pencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Di wilayah Indonesia sendiri hutan didominasi oleh Hutan Hujan Tropis yang sering disebut sebagai evergreen karena keadaanya yang selalu menghijau dalam sepanjang tahun. 

Hutan Hujan Tropis sebagai kapsul waktu

Jurnal Trends in Plant Science mengungkapkan penemuan terbaru, para ilmuwan menggambarkan biologi dari pohon-pohon tropis yang bisa hidup hingga mencapai usia ratusan tahun yang dapat memberikan rekaman keadaan dari masa ke masa. Pohon-pohon tropis tersebut terbukti telah mampu untuk menjelaskan sejarah masyarakat asli didaerah tropis itu sendiri.

Para ilmuwan terkemuka di dunia telah lama menggunakan pohon yang digunakan untuk belajar tentang perubahan iklim dan tren dilingkungan sekitarnya. Pohon yang tumbuh secara musiman tersebut terbukti meninggalkan serangkaian "cincin" di batang mereka yang dapat di analisis oleh para  peneliti itu sendiri untuk menjelaskan tentang iklim pada masa lalunya. Akan tetapi menggunakan data dari pohon di hutan hujan tropis baru sekarang dilakukan dan ternyata menujukkan hasil yang luar bisa menarik.

Bahkan, beberapa pohon yang hidup di hutan hujan tropis Amazon terbukti hidup hingga seribu tahun. Dan saat ini, pohon-pohon itu telah menyerap detail penting tentang perkembangan lingkungan tempat mereka tumbuh ke dalam batang kayunya seperti layaknya penyerapan data yang dilakukan teknologi canggih di masa sekarang.

Baca Juga : Hutan

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama